Heterochromia, Kenali Berbagai Jenis dan Penyebabnya

Heterochromia, Kenali Berbagai Jenis dan Penyebabnya


Warna mata yang berbeda satu sama lain atau heterochromia tergolong unik karena sangat jarang terjadi. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tapi bisa saja menjadi tanda dari kondisi medis tertentu yang perlu ditangani.

Heterochromia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mata seseorang ketika iris matanya memiliki warna berbeda. Iris sendiri adalah bagian yang memberikan warna pada mata.

Bacaan Lainnya

Warna iris biasanya sama pada kedua mata, yaitu hitam, cokelat tua, cokelat muda, biru, atau abu-abu. Hal ini ditentukan oleh jumlah pigmen melanin dalam iris.

Orang dengan heterochromia biasanya memiliki jumlah melanin pada kedua iris mata yang berbeda. Inilah mengapa warna iris pada penderita heterochromia pun akan mengalami perbedaan.

Jenis-Jenis Heterochromia

Berdasarkan luasnya area iris yang terdampak, heterochromia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Heterochromia komplit

Jenis heterochromia ini merupakan kondisi ketika warna iris di salah satu mata berbeda dengan mata lainnya. Misalnya, iris mata sebelah kanan berwarna cokelat, sedangkan sebelah kiri berwarna hijau atau biru.

Heterochromia sentral

Jenis heterochromia ini ditandai dengan warna tepi di salah satu iris berbeda dengan bagian lainnya pada sisi mata yang sama. Sebagai contoh, bagian tengah iris berwarna cokelat dan pinggirannya tampak abu-abu.

Heterochromia parsial atau segmental

Heterochromia jenis ini merupakan kondisi ketika bagian tertentu dari salah satu iris mata berbeda warnanya dengan bagian lain pada sisi mata yang sama.

Penyebab Heterochromia

Kondisi heterochromia dapat terjadi sejak lahir atau biasa disebut dengan heterochromia bawaan. Risiko seseorang mengalami heterochromia akan lebih besar bila ada salah satu anggota keluarganya yang menderita heterochromia juga.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya heterochromia. Namun, ada beberapa kondisi atau penyakit bawaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya heterochromia, yaitu:

  • Penyakit Hirschsprung, yaitu gangguan pada usus besar yang menyebabkan feses terjebak dalam usus
  • Sindrom Sturge-Weber, yaitu kelainan yang terjadi pada mata, kulit, dan otak akibat perkembangan abnormal dari pembuluh darah tertentu
  • Sindrom Waardenburg, yaitu penyakit genetik yang mengakibatkan perubahan pada warna mata, kulit, dan rambut
  • Sindrom Horner, yaitu kelainan genetik yang memicu kerusakan pada saraf penghubung otak, wajah, dan mata
  • Piebaldisme, yaitu kurangnya pigmen pada kulit, mata, dan rambut

Selain bawaan lahir, heterochromia juga dapat terjadi pada orang dewasa karena beberapa kondisi medis, seperti:

Cara Mengatasi Heterochromia

Pada dasarnya, pengobatan heterochromia akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan memeriksa kondisi mata Anda serta melakukan pemeriksaan tajam penglihatan, saraf mata, dan tekanan bola mata.

Bila tidak memicu gangguan penglihatan dan bukan disebabkan kondisi medis yang serius, heterochromia umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Bila ingin kedua mata memiliki warna yang sama, Anda bisa menggunakan lensa kontak khusus yang disesuaikan dengan jenis heterochromia yang diderita.

Namun, bila heterochromia dicurigai akibat penyakit di luar mata, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang lain untuk menilai kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh guna menentukan penanganan yang tepat.

Heterochromia pada umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah heterochromia yang dialami disebabkan kondisi medis tertentu yang perlu segera ditangani.




https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiTWh0dHBzOi8vd3d3LmFsb2Rva3Rlci5jb20vaGV0ZXJvY2hyb21pYS1rZW5hbGktYmVyYmFnYWktamVuaXMtZGFuLXBlbnllYmFibnlh0gEA?oc=5

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *