Merayakan Kejeniusan Stanley Kubrick di Museum Ini

Merayakan Kejeniusan Stanley Kubrick di Museum Ini


redaksiharian.com – Stanley Kubrick bisa dibilang salah satu sutradara paling brilian yang pernah hidup di dunia. Traveler bisa merayakan kejeniusan dan kehidupan Kubrick di museum ini.

Istanbul Sinema Musezi atau Museum Film Istanbul, begitulah nama resmi museum ini. Di museum ini, sedang dipamerkan koleksi memorabilia milik sutradara ternama Stanley Kubrick dari mulai film pertamanya, hingga ke film terakhir sebelum dia wafat.

Bacaan Lainnya

Bahkan ada juga koleksi dari film-film yang belum sempat dia rilis, namun keburu Kubrick meninggal dunia. Stanley Kubrick sendiri diketahui lahir pada 26 Juli 1928 dan meninggal pada 7 Maret 1999 di usia 70 tahun karena mengalami serangan jantung.

Jauh sebelum nama Steven Spielberg dan Martin Scorsese tersohor dan dianggap sebagai ‘dewa’ di dunia perfilman, ada nama Stanley Kubrick yang lebih dulu muncul sebagai yang terbaik di dunia persutradaraan.

Banyak karya film Kubrick yang diakui kedahsyatannya, pun juga dengan segala kontroversinya. Sebut saja film Lolita tentang pria dewasa yang jatuh cinta dengan gadis berusia 12 tahun, hasil adaptasi Kubrick dari novel berjudul sama karya Vladimir Nabokov.

Atau ketika Kubrick menggarap film horor berjudul The Shining di tahun 1980 yang telah meneror banyak penggemar film dengan adegan-adegannya yang mengerikan. Film itu juga hasil adaptasi Kubrick terhadap novel berjudul sama karya penulis Stephen King.

Selama menjadi sutradara, tangan dingin Kubrick sudah melahirkan film-film yang fenomenal. Sebut saja Fear and Desire, Paths of Glory, The Killing, Dr Strangelove, Spartacus, 2001: A Space Odyssey, A Clockwork Orange, Barry Lyndon, Full Metal Jacket hinga Eyes Wide Shut.

“Kubrick adalah sosok yang perfeksionis. Dia mendedikasikan hidupnya untuk mengatur set dan menerjemahkan isi kepalanya ke dalam film,” ujar Hazal Hanquet, mahasiswi S2 perfilman yang menjadi pemandu museum kami saat itu.

Menurut cerita Hazal, semasa hidupnya Kubrick bisa mengulang satu adegan yang sama hingga puluhan, bahkan ratusan kali hanya demi mendapatkan hasil gambar yang dia inginkan. Dia juga dikenal sebagai pribadi yang sangat detail.

Semua adegan yang kita saksikan di film-filmnya, terlebih dahulu dia gambar dengan sketsa hitam putih di atas kertas. Kmeudian dia akan memastikan intrepretasi sketsanya itu sama persis dengan apa yang akan ditampilkan di dalam film. Sungguh sebuah dedikasi yang tidak main-main dari seorang sutradara film sekaliber Kubrick.

Oh iya, selain memamerkan kehidupan Stanley Kubrick, Museum Film Istanbul ini juga menyimpan koleksi film-film terkenal Turki dari zaman ke zaman. Kostum-kostum, memorabilia, semuanya ada di museum ini.

Yang lebih kerennya lagi, ada satu bagian museum yang menampilkan film-film yang lokasi syutingnya berada di Grand Bazaar Istanbul. Tak cuma film Turki saja, ada juga film-film dari luar negeri. Plus, ada maket Grand Bazaar Istanbul yang menunjukkan lokasi dimana film itu mengambil gambar.

Lebih canggihnya lagi, dengan memakai Ipad yang sudah disediakan di situ, traveler tinggal memindai QR Code untuk menonton potongan film yang berlokasi syuting di pasar terbesar di kota Istanbul itu. Canggih dan Keren!

Pameran yang menampilkan koleksi dari film-film karya Stanley Kubrick sendiri akan dipamerkan di Museum Film Istanbul hingga 1 Maret 2023. Traveler yang liburan ke Turki bisa mampir ke museum ini untuk melihat pameran di Museum Film Istanbul.



Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *