Terlanjur Pinjam Di Pinjol Ilegal? Jangan Bayar! Tegas Mahfud MD

AllvertaGlobal NewsFinance –  Semakin maraknya pinjaman online yang beredar saat ini membuat resah masyarakat luas, pasalnya masih banyak instansi pinjaman online yang tidak terdaftar dalam kementrian atau pinjol ilegal.

Dengan motif menawarkan pinjaman dengan suku bunga murah, periode lama, sampai bonus rupanya hanya untuk menarik minat masyarakat, faktanya setelah menerima pinjaman dari instansi, para peminjam di takut-takuti terus menerus sampai di ancam akan sebar informasi pribadinya kepada publik.

Menaggapi hal tersebut, Menko Polhukam bapak Mahfud MD menghimbau masyarakat untuk memilih pinjol yang legas serta terdaftar dalam kementrian Indonesia.

Trending : Ini Tanggapan MUI Tentang Aksi Pesulap Merah Yang Bongkar Perdukunan

Bacaan Lainnya

Bapak Mahfud juga menegaskan untuk orang yang sudah terlanjur memiliki pinjaman di instansi pinjaman online non resmi untuk tidak mmebayar tagihannya.

Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam usai melaksanakan rapat penegakan hukum terkait keuangan dan pinjaman online yang ada di Indonesia.

Bapak Mahfud menjelaskan kalau pinjaman online Ilegal tidak memenuhi syarat objektif dan syarat subjektif seperti yang diatur dalam undang-undang, maka pinjaman yang dilakukan instansi terkait dianggap tidak sah secara hukum perdata.

“Dari sudut hukum pidana terkait ekses-ekses ikutan seperti tindakan ancaman kekerasan, ancaman penyebaran foto senonoh mulai ditingkatkan” jelas bapak Mahfud

Populer : Pesulap Merah Grebek Padepokan Kang Ujang Bustami Untuk Duel

” itu mulai sekarang bandar-bandarnya dan stafnya mulai ditindak” jelas lagi

Mulai sekarang pemerintah dan penegak hukum akan lebih tegas dalam memeberantas pinjaman ilegal. Dalam sisi yang lain Pinjaman online yang Resmi di harapkan terus berkembang karena itu dapat membantu masyarakat.

“Tetapi yang ilegal ini yang kita tindak dengan ancaman hukum pidana. Bareskrim Polri akan memassifikasi tindakannya, nanti diberbagai tempat kalau ada orang yang tetap dipaksa bayar, jangan bayar karena itu ilega” ujar bapak Mahfud MD.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.